KEROKAN

Jakarta sedang sering sekali hujan, dan setelah hujan setidaknya ada 2 hal yang sering terjadi; 1. Pelangi dan 2. Masuk Angin. Pelangi mungkin hal yang menyenangkan untuk dinikmati, tetapi tidak untuk masuk angin. Setiap mendengar kata “Masuk Angin”, gw langsung teringat peribahasa Italia yang berbunyi:

 “raffreddori di meglio che essere in televisione” yang artinya “daripada masuk angin lebih baik masuk TV”

Gw sengaja memakai peribahasa Italia (yang terjemahan nya diambil secara harafiah dari Google Terjemahan), karena Gw emang masih ada keturunan Italia, Gw tuh masih saudara jauh sama Cannavaro, tepatnya saudara jauuuuuuuuhhhhh banget, saking jauh nya sampai tidak tahu hubungan keluarga dimananya.

Tapi untungnya, walau masih keturunan Italia (Iya, gw keukeuh) , Gw tumbuh dan besar di Indonesia, tepatnya di Jakarta. Hal itu membuat gw tidak kesulitan kalau sedang masuk angin. Hal itu dikarenakan, Indonesia mempunyai obat mujarab untuk menyembuhkan masuk angin yaitu: KEROKAN.

Dilihat dari penggalan suku katanya, tentunya kata “KEROKAN” itu berasal dari kata dasar (KEROK) , dengan imbuhan (-An), yang artinya “hal atau perbuatan mengerok”. Tapi, jangan melakukan pemenggalan pada kata “KEROKAN” dengan begini: imbuhan (Ke- -An) dan kata dasar (ROK), karena imbuhan (Ke- -An) itu biasanya dipakai untuk menjelaskan sesuatu yang dirasakan sudah keterlaluan. contoh: Kedinginan = Terlalu Dingin atau Kepanasan = Terlalu Panas. Kalau begitu, kata KEROKAN akan berarti “Terlalu Rok”, dan itu sangat lah aneh. Kecuali kata “ROK” diselipkan huruf “C” ditengah kata dan menjadi “ROCK”. Maka pengertian kata bisa berarti “Terlalu Rock”, dan kata tersebut bisa digunakan dalam kalimat seperti ini:

A: “Kamu suka Band Metallica?”

B: “Aku tidak terlalu suka, karena Metallica terlalu rock”

kalimat di percakapan itu bisa dipersingkat menjadi seperti ini:

A: “Kamu suka Band Metallica?”

B: “Aku tidak terlalu suka, karena Metallica Kerockan”

See..

Tapi memang, mendengar atau membaca kalimat “Metallica Kerockan” itu sangatlah aneh, itu terdengar seperti Personil Metallica lagi masuk angin dan di kerokin. Dan bukan lah pemandangan yang menyenangkan jika kita membayangkan Lars Ulrich (Drummer Metallica – red) lagi kerokan. Ini serius.

Lars Ulrich- Metallica

Ini mungkin mimik Lars Ulrich saat sedang kerokan (Pic: FreeDrumLessons.com)

Pengalaman kerokan gw, paling sering dilakukan oleh mbak gw. Dulu saat masih kecil, gw pernah tanya ke mbak gw itu, “kenapa kerokan bisa menyembuhkan masuk angin ?” Jawaban mbak gw singkat: “Kalau dikerokin kan, punggung nya jadi merah tuh , nah disitu angin nya keluar.

Kesimpulan yang gw tangkap dari jawaban mbak gw itu adalah berarti angin itu warna nya merah. Soo Sweet bangett ya, angin nya warna merah. unyu gitu. Selain itu, terbayang pula andai mbak gw itu, main di Film Pemberontakan G-30 S PKI di salah satu scene nya yang paling diingat karena ada dialog ini:

Salah satu tokoh: “DARAH ITU MERAH , JENDRAL !!”

Mbak Gw: (menimpali secara asal) “ANGIN JUGA MERAH, JENDRAL!! “

(mungkin mbak gw langsung ditembakin PKI, sambil ditangan nya masih memegang Koin cepek-an dan Rheumason)

Kenyataan, apakah angin itu benar berwarna merah atau tidak, masih belum bisa di pastikan, tapi jika memang benar angin berwarna merah, dan angin diperboleh kan mengikuti Pemilu, pasti dia memilih PDI-P. Sayang nya hal itu sulit terwujud, karena angin tidak memiliki KTP. too bad.

Selain masalah, apakah angin benar berwarna merah. Pertanyaan besar dari gw tentang kerokan adalah..

Mengapa motif kerokan selalu seperti POHON PALEM TERBALIK ?

Perhatikan deh, kita orang Indonesia setiap di kerokin, pasti motif nya selalu pohon palem terbalik. Mau yang kerokin mbak gw atau pembantunya Pak SBY, pasti kalau di kerokin selalu motif nya Pohon Palem terbalik. WHY ?

Apakah kerokan dengan motif  “Pohon Palem Terbalik” sudah menjadi peraturan dasar kerokan ? Atau apakah mungkin hal ini  pernah di jelaskan di buku-buku tentang kerokan, seperti (kalau memang ada) “Dasar-Dasar Kerokan” atau yang versi Luar Negeri “How to be a Good Kerokers for Dummies”, ya Kerokers adalah sebutan buat orang yang melakukan kegiatan kerokan.

Andai di ibaratkan “kerokan” itu seperti kegiatan melukis, berarti kan , koin itu adalah kuas nya dan punggung manusia itu adalah kanvas nya. Jadi kenapa “media” seluas punggung manusia itu jika digunakan untuk kerokan, motif yang dibuat untuk kerokan selalu Pohon Palem Terbalik ?

Pada saat kita SD, di pelajaran menggambar, ada buku gambar A1 , A2 dan A3. Di buku gambar itu kita bisa menggambar sawah, laut , gunung dan lain-lain. Tapi kenapa di punggung manusia yang kalau diukur mungkin lebih luas dari buku gambar A3 (apalagi punggung  nya Ade Rai, gw rasa itu ukuran nya sama kayak buku gambar A8) , giliran disuruh kerokan, motif nya tetap saja POHON PALEM TERBALIK! Emang Tidak Ada Motif Lain Apaahhh!!

Kerokan = Motif Pohon Palem

Kerokan = Motif Pohon Palem Terbalik (Pic: from Kaskus)

Mengingat kenyataan itu, andai gw hidup di dunia yang aneh, dan gw sedang masuk angin. Lalu tiba-tiba ada Dewa yang punya kekuatan gaib datang ke gw dan mengajak gw berbincang seperti ini:

Dewa: “Mikhael Tulus, kamu lagi masuk angin ya?”

Gw: (kesal) “Menurut loohhh!”

Dewa: “Galak banget elo, cubit tete nih. Begini, saya akan membantu menyembuhkan masuk angin kamu, dengan memberi kamu, koin ajaib ini”

Gw: “Lalu koin nya buat apa?”

Dewa: “BUAT MAIN DING-DONG!!! YA BUAT KEROKAN LAH!!”

Gw: “Galak banget elo, cubit tete nih. Jadi bagaimana aturan nya?”

Dewa: “Tidak ada aturan nya, malah dengan koin ajaib ini, kamu bisa memilih untuk dikerokin oleh siapapun orang di dunia, baik orang Indonesia atau Orang Luar negeri. Baik yang masih hidup atau yang sudah wafat. Dan pasti masuk angin kamu langsung sembuh. Hebat kan?”

Jika mendapat tawaran dari Dewa seperti itu, gw tidak akan memilih orang Indonesia untuk kerokin gw. Mengingat gw masih ada keturunan Italia (iya, gw masih keukeuh ) , gw akan memilih orang Italia buat ngerokin.

Dan, orang Italia yang akan gw ajak untuk ngerokin punggung gw adalah Leonardo Da Vinci. Kenapa Leonardo Da Vinci ?

Karena Gw yakin, jika di kerokin sama Leonardo Da Vinci , motif Kerokan nya tidak akan Pohon Palem Terbalik lagi, Karena motif Kerokan Gw, pasti adalah gambar “MONALISA”.

End

note:

Tulisan ini Random Writting, 100 % ngarang dan tidak serius, just for fun. Mengenai mengapa kerokan  berbentuk seperti pohon palem terbalik atau kenapa kerokan membuat punggung warnanya jadi merah, sebenarnya ada penjelasan nya secara medis, bisa dibaca di beberapa situs, atau tanya om Google. :)

Perihal

Support Machine :)

Ditulis dalam Random Story, Real "Un-Important" Dialog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tanggalan
Februari 2012
S S R K J S M
« Jan   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: