Seperti Dialog Antara Ibu Peri dan Marshanda

Inget sama sinetron Bidadari tidak?

Dulu sinetron itu merupakan salah satu guilty pleasure gw di minggu malam lo.. (Tersipu Malu). haha. Sinetron ini lah yang membuat Marshanda jadi terkenal (iya, Marshanda terkenal karena sinetron ini, bukan karena video marah-marah nya di Youtube :p). Kalau melihat sinetron ini, pasti banyak yang iri dengan Marshanda (Karakternya bernama Caca), yang setiap ada masalah bisa cerita dan minta tolong dengan Ibu Peri (Diperankan oleh Marini Zumarnis). Sebenarnya sosok Ibu Peri itu hanya penggambaran, sosok seorang teman yang selalu ada, yang bisa dipercaya dan yang selalu menasehati kita agar lebih baik. Di kehidupan nyata, kita bisa mendapat sosok “Ibu Peri” kita pada siapa saja, bisa orang tua kita, sahabat, istri/suami dll.

Minggu ini saya menyadari, bahwasanya saya punya sosok Ibu Peri, pada diri Tria Noviyani. Tria Noviyani ini atau gw memanggilnya dengan sebutan ‘Iamon’, merupakan orang yang spesial bagi gw di masa lalu, tepatnya di masa gw kuliah. and now, 2 years and 2 ex-girlfriend later, she has became my very good friend, or i love to called her my guardian angel or relate with the theme of this story, she is my ‘Ibu Peri” and yes, Im the ‘Marshanda’ (put two pointed fingers on cheeks) #AlayStyle haha.

Beberapa hari yang lalu, gw bercerita dengan dia lama banget, seperti biasa penuh nasihat ala Ibu Peri ke Marshanda via telpon, tapi diluar segala hal serius yang terjadi, tetap terselip beberapa dialog tidak penting di akhir perbincangan.

Here we go.. btw, Tria disini namanya “Iamon”.

(Stelah Perbincangan Lama)

Gw: oke deh, iamon, thanx ya nasihat nya, semoga bisa gw laksanakan.

Iamon: iya, menurut gw sih gitu aja..

Gw: by the way, iamon.. suara elo di telpon enak deh..

Iamon: emang iya yah.. jadi gak enak..

Gw: Cocok deh jadi…

Iamon: Jadi Penyanyi yah??

Gw: Bukan, cocok deh jadi PETUGAS CAR CALL.

Iamon: (Tertawa) yahhh.. kirain jadi apa..

Iamon: oke deh Tulmon, udahan dulu kita, kapan-kapan cerita-cerita lagi ya..?

Gw: iya, tapi Iamon, kalau telponan nya jam 11 malam, jangan sampe kelewat jam 12 malam ya..

Iamon: emang kenapa?

Gw: soalnya gw kalau jam 12 malam, berubah lagi jadi Labu

Iamon: Temen nya Cinderella dong.. haha

Gw: iya dong, bayangin deh, kalau gw telponan sama elo di dapur, terus kelewat jam 12 Malam, terus gw berubah jadi labu di dapur, yang ada, sama mbak gw ntar labunya dipotong-potong dibikin kolak labu. terus pas gw berubah jadi manusia lagi, gw bentuknya udah kayak orang abis di mutilasi. hahaha

Iamon: jiahh.. srem amat.. haha

(Perbicaraan itu pun terhenti, sekitar pukul 3.30 pagi)

Dan, setelah perbincangan itu usai, dari tempat tidur ku yang agak dingin karena AC, sambil melihat ke arah jendela dan ber-topang dagu di atas guling(sadiz), seperti yang sering di lakukan Marshanda di sinetron “Bidadari”. gw pun berkata “Ya Allah, terimakasih ya, kau sudah memberikan ku Ibu Peri yang baik hati. semoga hari esok segala hal lebih baik terjadi pada ku, dan semoga Bom-Bom tidak jahat lagi pada ku”

jiah.. Bom-Bom.. HAHAHAHAHAA..

NB: This Post dedicated to Tria Noviyani, semoga segera menikah, karena gw dijanjikan oleh dia, akan diberikan booth “Sate Padang” khusus buat gw, kalau dia nikah sama Mas Ocky nya. ditagih..ditagih.. hihi

Support Machine :)

Ditulis dalam Real "Un-Important" Dialog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tanggalan
Maret 2011
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: