When Credit Card Become Too Philosophical

Gw baru saja memutuskan , akan resign dari kerjaan gw yang sekarang. Memang bukan sekarang, tapi gw akan keluar dari kantor gw sekarang mungkin dalam beberapa bulan ke depan. Kenapa?

hmm.. sebaiknya gw cerita dulu sedikit tentang bagaimana pekerjaan gw ini, mempengaruhi hidup gw.

Gw bekerja di sebuah bank pada Divisi Card Center, tepatnya pada bagian pengiriman Kartu Kredit dan Billing. Bagian ini merupakan salah satu bagian di Divisi Card Center yang mendapatkan banyak perhatian, karena ya, salah satu complain terbanyak yang diperoleh pada Divisi Card Center adalah masalah pengiriman kartu atau billing tagihan yang belum dan/atau tidak terkirim pada si pemilik kartu.

Up and down gw rasakan saat berada di tempat ini. Sebagian karena kejenuhan nya, sebagian karena kekesalan pada pihak bagian lain yang diluar bagian kita yang membuat kerja kita jadi lama dan yang paling sering gw dapatkan serta membuat kadang kesal adalah hard complaint yang tidak jarang disertai kata-kata kasar yang diterima dari si pemilik kartu yang marah karena Kartu Kredit atau Billing Tagihan nya yang tak kunjung sampai.

Akan tetapi diluar hal-hal yang mengesalkan itu, gw juga banyak mengalami pelajaran-pelajaran tersendiri, seperti menemukan rekan kerja yang lebih seperti keluarga daripada rekan kerja, secara tidak langsung pekerjaan ini mengasah skill komunikasi gw dengan orang lain, gw mendapat kan pengalaman dipercaya memimpin sesuatu di tempat ini, tapi yang paling berkesan betapa gw mendapatkan nilai filosofis hidup yang sangat berkesan dari sesuatu hal yang dinamakan “Kartu Kredit”.

When Credit Card Become Too Philosophical

Kartu Kredit ternyata bisa menjadi sangat filosofis sekali, contohnya simple nya ya, dalam pengiriman nya saja. Pengiriman kartu kredit, bisa lancar atau juga bisa tidak lancar. Sama seperti hidup manusia. Terkadang hidup kita juga begitu kan, terkadang berjalan smooth, lancar, tidak ada hambatan berarti. Kalau ibarat apply kartu kredit, proses nya berjalan mulus. Ajukan aplikasi ke tim marketing, cantumkan alamat kita dan informasi segala-segala nya, lalu aplikasi diajukan, kartu dicetak, dan satu atau dua bulan kemudian kartu tersebut sampai dirumah kita. Tapi terkadang hidup manusia itu juga tidak berjalan sesuai harapan, seperti kita sudah mengajukan kartu kredit dengan benar, tapi pengiriman kartu nya tidak sampai-sampai atau mungkin saat kartu sudah sampai, kita sedang tidak di tempat, dan yang paling mengesalkan jika kita sangat menantikan kartu kredit tersebut dan tak sabar untuk digunakan, tapi kartu tersebut tak kunjung datang,

as in life, when we over expected on something, it could be very.. very painfull, right?

tapi itu baru dalam pengiriman nya saja,

Dari sisi penggunaan kartu kredit nya pun, gw belajar sesuatu dalam hidup, at least gw mendapatkan 4 tipe pengguna kartu kredit:

1. Pengguna Kartu Kredit yang Baik dan Tepat Guna

Pengguna kartu kredit ini adalah pengguna kartu kredit yang smart, jadi dia dapat menggunakan kartu kredit menjadi suatu hal yang berguna bagi hidup nya, dia mengetahui segala detail tentang kartu kredit nya dan promo-promo nya, namun pemakaian nya tidak bermasalah dan dia selalu membayar tagihan nya tepat waktu.

2. Pengguna kartu kredit yang buruk dan berlebihan sampai tagihan nya ,harus ditagih oleh bagian collection

Pengguna kartu kredit ini, adalah kebalikan dari yang pertama. Pengguna kartu kredit seperti ini, bisa dikatakan pengguna kartu kredit yang bermasalah dan tidak bertanggung jawab. Biasanya pengguna semacam ini BOROS, padahal dia tidak memiliki cukup uang untuk membayar tagihan nya, sehingga selalu sering mendapatkan penagihan dari bagian collection. Yang parahnya pengguna yang buruk ini terkadang menganggap bahwa Kartu Kredit itu adalah Pengganti uang tunai, padahal SALAH TOTAL.

Dari contoh dua tipe diatas, menggambarkan betapa kartu kredit adalah suatu benda kecil, yang letaknya berada diantara SURGA DAN NERAKA.

Jika digunakan dengan benar, maka itu akan membawa kebaikan. Jika digunakan dengan buruk, maka itu hanya akan menimbulkan masalah.

Seperti hal nya hidup manusia toh,

jika kita menjalani hidup dengan baik, smart, bertanggung jawab dan tepat guna maka hidup kita pun akan lurus-lurus saja. Tapi jika kita menjalani hidup dengan tidak bertanggung jawab, berlebihan, tidak sesuai aturan yang ada, dan bodoh maka hidup kita juga pasti akan bermasalah.

mari kita lihat dua tipe sisanya.

3. Pengguna Kartu Kredit yang Sebenarnya Pengguna yang Baik dan tidak macam-macam, but not a smart user

Pengguna semacam ini adalah sebenarnya pengguna yang baik, menggunakan kartu kredit seperlunya akan tetapi tidak smart. Dalam pengertian begini, sering gw menemukan pengguna kartu kredit yang bahkan tanggal due date penagihan nya tidak tahu, atau dia tidak tahu limit kartu kredit nya, atau juga tidak tahu bahwa kartu kredit nya punya annual fee yang harus dibayar, tidak tahu nomor call center yang bisa dihubungi dan yang parah bahkan ada yang tidak tahu bagaimana menggunakan kartu kredit itu sendiri alias cuma tahu itu kartu bisa dipake buat belanja, terus? . Parah Kan.

Tidak jarang, ada seorang yang sebenarnya menggunakan kartu nya dengan cukup baik, tapi seketika ada keterlambatan dalam pengiriman billing tagihan, dia tidak membayar tagihan nya, sehingga terkena denda. Memang, keterlambatan pengiriman billing tagihan itu tidak benar, tapi andai setiap pemilik kartu mengetahui detail informasi, seperti tanggal jatuh tempo kartu nya atau nomor call center bank nya, pemilik kartu saat hari menjelang tanggal jatuh tempo, dapat menghubungi call center, menanyakan tagihan dan melakukan pembayaran, jaga-jaga supaya tidak terkena denda walau billing statement nya belum tiba. Tapi tetap saja memang, oto-kritik pada kami bagian pengiriman billing dan kartu serta pihak kurir, supaya mengirimkan biiling tagihan tepat waktu, harus juga dilakukan.

Dalam hidup, kan juga sering seperti itu. Terkadang kita sudah melakukan segala nya dengan benar dan baik, tapi ya masih ada aja masalah yang kita dapat. Hal itu bisa jadi karena mungkin ada pihak lain (baca: orang lain) yang membuat kita jadi terkena masalah atau tidak jarang kebodohan atau ke-kurang smart-an kita sendiri yang menimbulkan masalah itu.

The Point is, Sebaiknya pengguna kartu kredit mengetahui lah detail segala hal tentang kartu kredit nya. Supaya terhindar dari masalah. Ingatlah, pada akhirnya uang kita sendiri yang akan dipakai untuk membayar biaya kartu kredit itu toh . Menggunakan kartu kredit dengan penuh perencanaan matang dan mengetahui detail yang harus dilakukan pada kartu kredit itu, membuat mu menjadi pengguna kartu kredit yang smart.

Begitu juga dalam kehidupan, kita di dunia ini tinggal tidak sendiri, banyak hal yang mungkin bisa terjadi pada kita, entah dari orang lain, hal-hal tak terduga atau pun karena kekurang cermat an kita sendiri. Hal itu membuat pandangan bahwa hidup lurus saja tidak cukup, tapi kita juga harus hidup Smart. Seperti kata Injil, hendaklah kita cerdik seperti ular, dan tulus seperti mikhael tulus.. eh maksud nya tulus seperti merpati.

Singkatnya mungkin begini, Hidup dengan baik dan lurus itu Harus, tapi Hidup dengan baik, lurus DAN Smart itu Sangatlah Penting.

4. Tipe pengguna kartu kredit yang menutup kartunya (Close Card)

Tipe pengguna kartu kredit seperti ini, adalah tipe yang merasa sudah tidak membutuhkan lagi kartu kredit ini. Penyebabnya bisa bermacam-macam:

  • Sudah punya terlalu banyak kartu kredit
  • Tidak puas akan pelayanan atau kebijakan kartu kredit yang bersangkutan
  • Keuangan nya sudah tidak bisa meng-afford penggunaan kartu kredit (penghematan)
  • Tidak menggunakan kartu nya lagi, contohnya yang sering berkata ini: “gw gak merasa berguna juga punya kartu kredit, ngapain mesti gw punya dan bayar iuran tahunan nya, mending gw tutup aja”

Pada Kehidupan, kita pasti juga sering menemukan orang yang sudah ENOUGH akan sesuatu, sehingga memutuskan untuk stop, pergi atau berhenti dari sesuatu.

Hal itu bisa dikarenakan, karena kita sudah punya terlalu banyak pilihan akan sesuatu sehingga harus ada pilihan yang di hentikan, atau bisa jadi karena kita merasa kesal dan tidak puas akan sesuatu sehingga membuat kita memutuskan meninggalkan hal itu, atau juga kita memutuskan untuk berhenti dari suatu hal, karena kita merasa sudah tidak mampu lagi.

Dan tak jarang, orang memutuskan berhenti atau cukup akan sesuatu karena merasa tidak melakukan hal yang berguna lagi, bisa karena sudah tidak ada tantangan lagi sehingga butuh tantangan baru, merasa hampa, terlalu jenuh atau banyak juga karena ini: “Hati gw udah tidak disini”.

Dan akhirnya mereka memutuskan untuk “Close Card”.

Setidaknya, itulah hal-hal filosofis yang gw dapat selama bekerja mengurus pengiriman kartu kredit, even i’d  never believed that credit card could be that philosophical.

Lalu, kembali ke pertanyaan pertama tadi. “Kenapa Gw Mau Keluar dari Kantor gw yang Sekarang Ini?”

Jawabnya:

Kalau Gw sekarang sedang di-ibaratkan pemilik kartu kredit, maka gw adalah pemilik kartu kredit tipe ke- empat. Tipe pengguna kartu kredit yang sudah saat nya menutup kartu nya.

Bagi gw, inilah saat yang tepat untuk “menutup kartu” gw di Kantor gw yang sekarang. Karena gw merasa sudah saat nya untuk mencari tempat lain yang lebih sesuai buat gw, sesuatu yang lebih tinggi, sesuatu yang lebih memberikan tantangan dan membuat gw merasa hidup gw lebih berguna baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Karena gw sudah merasa stagnant sekarang, jadi buat apa stay disini kalau sudah merasa tidak terlalu berkembang, walau memang di gaji. Pada akhirnya, gw merasa bisa terbang lebih tinggi dan mendapat sesuatu yang lebih di tempat lain.

atau jika kita menggunakan istilah jenis kartu kredit, bisa dikatakan seperti ini:

“Di Kantor Yang Sekarang Gw Mungkin Menjadi “Kartu Visa Gold”, Tapi Gw Yakin Ditempat/ Kantor Yang Baru Nanti, Gw Pasti Bisa Menjadi “Kartu Visa Platinum”

Amin

Support Machine :)

Ditulis dalam Merenung, Modified by a true Dialog, Random Story
One comment on “When Credit Card Become Too Philosophical
  1. @rurisiruri mengatakan:

    Kalo tipe anti-kartu kredit, maknanya apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tanggalan
Januari 2012
S S R K J S M
« Nov   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: