Let’s Say “WOW”

Gw baru nonton “Looper” semalam. Jika elo anak gaul bin aneh pasti sekarang akan berkata “Terus gw harus bilang WOW gituh ?”. Iya kan ? Jawaban gw, nanti elo akan gw kasih kesempatan untuk bilang “WOW” ya, tapi nanti.

“Looper” adalah sebuah film yang dibintangi oleh Joseph Gordon Levitt dan Bruce Willis mengenai kehidupan seseorang yang ditugaskan untuk membunuh penjahat-penjahat dan “sampah masyarakat” yang berasal dari masa depan dan dikirimkan melalui “Time Travel” , dan dalam perjalanan ceritanya akan ada konflik-konflik yang membuat si pemeran utama berada dalam situasi yang tidak menguntungkan nya. Gw disini nggak akan membahas mengenai film “Looper”, jadi kalau mau tahu bagaimana filmnya silahkan nonton sendiri atau lihat trailernya lah disini .

Hal yang menjadi inti tulisan gw di blog ini sebenarnya adalah hal yang sudah Gw pikirkan dari dulu tapi baru teringat kembali semalam saat menonton film ini, yaitu salah satu pokok pikiran dari film ini,  dan itu adalah : “Pemikiran untuk pergi dengan mesin waktu ke masa lalu, untuk melakukan beberapa perubahan/perbaikan sehingga saat kembali ke masa depan mendapatkan hidup yang lebih baik daripada jika hal-hal dimasa lalu tidak dirubah”. Dimana di film ini, hal itu dilakukan oleh Bruce Willis, yang berpikiran jika di masa lalu dia melakukan beberapa tindakan/perbubahan maka saat dimasa depan dia akan mendapatkan kehidupannya yang bahagia dan tidak kehilangan orang yang dia cintai. Untuk lengkapnya, sekali lagi, nonton ya filmnya.🙂

Tema film seperti ini sebenarnya bukan barang baru, film-film seperti Back to the Future, Source Code bahkan MIB yang terakhir juga melakukan pendekatan yang serupa, atau kalau mau lebih mudah diingat, beberapa episode di serial kartun kesayangan kita semua “Doraemon” juga menceritakan hal yang sama, ketika Nobita tua mengunjungi Nobita muda menggunakan mesin waktu dalam lacinya dan meminta Nobita untuk beberapa hal tertentu, sehingga di masa depan Nobita mendapatkan “hidup” yang lebih baik.

Gw menonton film Looper ini bersama sepasang teman, pasangan baru tepatnya, nama mereka adalah Sanny dan Tiara (Nama keduanya seperti nama wanita ya, iya mereka memang pasangan lesbi #Loh, nggak deng). Dan seperti layaknya pasangan baru mereka juga menceritakan kisah bagaimana mereka bertemu pada awalnya.

Mereka bertemu karena satu kantor >> Mereka bertemu karena satu kantor dan diawali ada cowok ganteng yang juga teman Sanny melakukan mention iseng di twitter >> Mereka bertemu karena satu kantor dan diawali ada cowok ganteng yang juga teman Sanny melakukan mention iseng di twitter tapi jauh sebelum itu mereka ternyata sering mengalami “Hampir Ketemu Moment”.

Definisi “Hampir Ketemu Moment” adalah “Moment dimana ada dua orang yang hampir ketemu”, sebuah definisi yang akan disambut oleh tukang ojek dengan teriakan: “NENEK-NENEK UMUR 200 TAHUN JUGA TAUUU”, ya begitulah. Jadi jauh sebelum mereka berdua kerja di tempat sekarang, sebuah stasiun TV Nasional ber-inisial “M”, mereka sudah sering banget hampir ketemu.

Saat Sanny menceritakan kisah hampir bertemunya dia dengan Tiara dimasa lalu, bagi gw Sanny sedang menjadi “Looper” yang mengunjungi Sanny beberapa tahun yang lalu, walau yang ke masa lalu hanya memori nya saja. Tentunya Sanny “dikirim” ke masa lalu bukan karena dia penjahat, mengingat kejahatan terbesar yang bisa Sanny lakukan paling cuma “Ngupil dengan Sumpit”. Kenapa “Ngupil dengan Sumpit” menjadi kejahatan ? Karena setelah Sanny “Ngupil dengan Sumpit”, upil nya di-peperin ke Presiden Obama. Ya Iya Lah! Menurut LA-U!.

Sanny bercerita, jauh sebelum dia mengenal Tiara karena satu kantor seperti sekarang mereka sering banget hampir ketemu, contohnya saat Sanny ikut di sebuah tournament basket saat SMU, Tiara ternyata menjadi panitianya. Tempat nongkrong Sanny di Tebet, ternyata sama dengan tempat nongkrong Tiara. Mereka memiliki pelatih basket yang sama, bahkan mereka pernah nge-kos di tempat yang berdekatan. Dan masih ada beberapa hal lagi yang Gw lupa.

Tapi pada akhirnya mereka baru beberapa tahun kemudian bertemu, karena pada akhirnya mereka se-kantor, itupun diawali karena Gw (Sebelumnya disebut dengan “Teman Sanny Yang Ganteng”) iseng me-mention mereka berdua di Twitter ber-barengan dengan temen Gw namanya Litca yang juga adalah kakak dari Tiara.

Semalam sebelum nonton “Looper”, kita sempat hang out sebentar dengan Litca, Pacarnya, dan juga 3 orang lainnya yang bisa disebut “geng” nya. Dan pada saat itu seakan menjadi giliran Gw yang menjadi “Looper”, yang membuat memori Gw pergi ke beberapa tahun lalu saat pertama kali mengenal Litca dan “geng” nya ini.

Pada awalnya bukan Litca yang gw kenal, melainkan temannya lah yang gw kenal, kita sebut saja nama temannya itu “Pelangi”. Dan seperti layaknya anak muda yang suka naksir dengan cewek, ya gw saat itu naksir lah dengan si Pelangi ini. Namanya juga naksir, pasti membuat Gw pengen tahu lah semua kegiatan si Pelangi ini, baik hal-hal yang dia sukai, sampai siapa saja teman-temannya. Salah satu metode yang gw gunakan untuk mengetahui kehidupan si Pelangi ini adalah dengan menggunakan pendekatan IT alias Kepo Social Media. Baik Facebook, Twitter sampai Foursquare semua Gw kepo-in.

Dari hasil kepo di Social Media si Pelangi tersebut lah, Gw akhirnya mengenal Litca, salah satu teman dekatnya si Pelangi dan mungkin cewek paling lucu di Twitter pada saat itu bagi Gw. Kenapa lucu, karena memang isi Twit nya lucu dan random, saking randomnya dia sering banget ganti nama Twitter, bahkan di Twitter dia pernah jadi Syahrini dan Dulce Maria lalu sering mengeluarkan Kultwit emoticon “Elo-Gw-End” sampe 20-an kali twit, juga mempopulerkan istilah “Jadi salah Guhe, salah temen-temen Guhe” dan masih banyak lagi.

Sampe sejauh itu, Gw hanya tau Litca tapi nggak pernah ketemu, bahkan nggak follow twitter nya juga, jadi ya cuma kepo manual aja, nggak matic (LU KIRA HONDA JAZZ!!), intinya Gw kepo-nya pake search atau klik nama kalau lagi buka twitter si Pelangi. Karena kepo twitter si pelangi juga lah, Gw jadi tahu “geng” nya mereka, ya walau tetap saja tahunya hanya sekedar lihat di twitter atau lihat foto mereka ngumpul di Facebook.

Gw baru temenan, kenal dan ngobrol sama Litca mungkin tahun 2011 lah. Dan semalam, Oktober 2012, itu adalah kali pertama gw bertemu The Rest of the Geng, walau tidak formasi lengkap sih. Saat bertemu mereka, Gw merasakan sensasi seperti hal-nya Gw bertemu pemeran dari program TV yang Gw suka. Let say ,gw suka nonton serial “Friends”   , terus tiba-tiba di random restaurant ,Gw ketemu Jennifer Aniston, bayangin tuh gimana rasanya. Awkward campur seneng gimana gitu kan ?

Contohnya, semalam ada pasangan di geng nya Litca yang sebut saja namanya Ade dan Libi (bukan nama sebenarnya), Gw walau nggak detail, tahu lah pasangan ini, entah dari cerita si Pelangi atau tahu aja dari Twitter atau Facebook, jadi pada saat Ade dan Libi duduk di sebelah bangku Gw, itu agak Awkward dan rasanya miriplah andaikata gw bertemu Jennifer Aniston atau David Schwimmer (2 pemeran di Serial “Friends”).

Tiba-tiba waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 dan saatnya untuk nonton “Looper” dan meninggalkan Litca and The Geng, karena mereka tidak ikutan nonton.

Setelah nonton “Looper”, mendengar cerita Sanny dan Yarra dan juga bertemu Litca and The Geng, ke-esokan paginya muncul pertanyaan di kepala Gw. Andai dulu Sanny dan Yarra sudah saling bertemu dan mengenal saat SMU, akankah mereka pacaran sekarang ? Atau andai Gw dulu nggak pernah kenal si Pelangi akankah gw kenal dengan Litca and The Geng ?

Sering Gw berpikir, kira-kira cerita apa ya yang akan terjadi, jika ada sedikit saja hal yang berbeda kita lakukan di masa lalu. Akankah hidup kita berubah drastis, berbeda tipis atau mungkin sama saja. Pertanyaan-pertanyaan semacam itu pada puncaknya akan terjawab dengan satu jawaban: “Hanya Tuhan yang tahu” dan Gw meng-amin-i itu.

Sanny, Tiara, Litca dan Echa (Akankah Sanny dan Tiara memiliki foto ini, andai mereka sudah bertemu saat mereka masih SMU ?)

Diawal tulisan gw menjanjikan sebuah WOW, kepada elo semua yang berkata “Terus Gw harus bilang WOW gituh ?”. Baik Elo semua boleh berkata WOW, tapi setelah Elo jawab pertanyaan ini :

Jika Elo menjadi Looper yang dikirim ke masa lalu (keseluruhan jiwa dan raga ya, bukan hanya memori), bukan untuk dibunuh, tapi diberi kesempatan untuk merubah beberapa hal yang Elo lakukan di masa lalu, akankah Elo melakukan nya ?

Tentunya dengan resiko akan ada hal yang berubah di hidup Elo masa kini. Entah itu resiko yang baik atau justru lebih buruk.

Silakan jawab, dan setelah jawab elo boleh bilang WOW, terserah bilang WOW nya mau sambil salto, kayang atau sambil gigit bola tenis (untuk yang terakhir jangan dilakukan, susah banget, suer deh !)

Me and The Geng

Support Machine :)

Ditulis dalam Film, Komedi Sekitar, Merenung, Modified by a true Dialog, Teman-teman
One comment on “Let’s Say “WOW”
  1. Litca mengatakan:

    OMG!
    Mike, you are awesome!! I love this post so much!😀
    Btw, you are a good person I ever know. You’ll find a love in the hopeless place. Haha gak nyambung😛
    Karena lo anaknya asik abis, lo harus ikutan lagi ya kalo ngumpul.
    Success for you Mike🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tanggalan
Oktober 2012
S S R K J S M
« Agu   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: