Path oh Path

Banyak cara orang menghabiskan waktu menunggu waktu buka puasa di hari minggu, antara lain jalan-jalan, nonton tv atau olahraga. Namun entah angin apa yang menerpa gw, sehingga hari minggu ini sambil menunggu buka puasa gw habiskan dengan membuka situs www.path.com . Iseng aja sih sebenarnya.

Bagi yang belum tahu Path, Path menurut wikipedia adalah  sebuah aplikasi jejaring sosial dalam smartphone yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi gambar dan juga pesan. Penggunaan dari Path ditargetkan untuk menjadi tempat tersendiri untuk pengguna berbagi dengan keluarga dan teman-teman terdekat. (link disini )

Gw sengaja bold kata-kata berbagi dengan keluarga terdekat, untuk mengingatkan orang-orang yang ngambek karena Path nya tidak di approve. Padahal ya… simply, he/she just dont wanna share their moment to you, because you are not their family or their close friend, dear kepo bastard. Meskipun, kalau bagi orang Indonesia (baca: Gw), Path itu adalah sebuah aplikasi untuk eksis dan narsis yang membuat orang ingin mengganti blackberry-nya dengan iPhone atau Android, (Path dan instagram tepatnya).

Saat gw membuka www.path.com , gw membaca dan mengambil kesimpulan bahwa Path itu memiliki 3 point penting yang bisa dimanfaatkan bagi penggunanya.

1. Path as “Private Messaging”

Path - Private Messaging

Path – Private Messaging

Penjelasannya bisa dibaca sendiri lah ya digambar. Buat gw sih intinya private messaging pada Path ini elo bisa chatting dengan teman Path elo, sama seperti bbm, whatsapp, Line, Kakao Talk dll. Terus bedanya apa ? Ya bedanya… ini chatnya di Path. D’OH!

2. All-in-one Posting

Path - All in one posting

Path – All in one posting

Sebenarnya “All in one Posting” adalah poin ketiga di site path.com , namun gw memutuskan untuk save ‘the most important one’ for the last, maka gw jadikan “All in one Posting” di poin kedua. “All in one Posting” seperti dapat dibaca penjelasannya di gambar, dimaksudkan bahwa saat kita posting moment (sebutan untuk semua kegiatan yang kita miliki di Path), moment tersebut juga dapat di share di akun social media lain, seperti twitter, facebook, instagram ataupun foursquare.

Dimana dengan ini, kalian tidak perlu kaget jika di twitter, facebook dll tiba-tiba muncul status Path. semacam ada social media pada social media. Socmed-ception! Jika pada preambule UUD 45 dijelaskan bahwa “Penjajahan diatas dunia harus dihapuskan” ternyata hal itu tidak berlaku pada Path, karena pada kenyataannya Path masih menjajah akun-akun social media lain!

Elo semua boleh ngatain friendster katro, tapi setidaknya friendster tidak pernah merasakan pahitnya dijajah oleh Path. Hih. *kibas poni* *sambil nulis testi*

3. Beautiful Sharing

Path - Beautiful Sharing

Path – Beautiful Sharing

Ini yang sebenarnya menjadi inti kenapa orang-orang bermain Path, yaitu untuk sharing moment yang mereka punya pada teman-temannya. Moment yang di sharing antara lain foto, lokasi, musik-film-buku (dalam satu menu yang sama), thought(semacam tulisan atau kalau bahasa twitternya: ‘status’) dan waktu tidur-bangun tidur. Dan pada beberapa situasi ada tambahan mengenai waktu flight dan mendarat.

Semua momen yang di share di path sebenarnya sudah bisa dilakukan lho di facebook, well kecuali untuk waktu tidur-bangun tidur ya. Tetapi kenapa sekarang orang-orang lebih ramai share di Path untuk hal-hal itu dibanding di facebook ? Jawabnya simple, seperti gw jelaskan di awal mengenai tujuan Path bagi orang Indonesia, bahwa Path adalah aplikasi untuk eksis dan narsis. 

Nah, Eksis dan Narsis itu seperti hal nya kriminalitas, membutuhkan 2 elemen yang sangat penting yaitu harus ada “Pelaku” dan “Korban”. Dalam hal ini, si korban yang diincar oleh para pelaku tindakan Narsis dan Eksis sudah tidak lagi beredar di facebook, melainkan di Path. Oleh karena itulah saat ini lebih banyak yang suka bermain di Path.

Dan dapat ditambahkan disini, jika diatas gw bilang kegiatan Eksis dan Narsis itu seperti kriminalitas, pada kenyataan-nya apa yang terjadi di Path itu lebih parah, kenapa ? Karena “si korban” dari “pelaku narsis dan eksis” pada Path dan social media lainnya itu pada DOYAN. Kenapa DOYAN ? Karena sebagian besar pengguna Social Media terutama di Indonesia itu sudah dirasuki Iblis terbaru keluaran Neraka Digital yaitu “Setan Kepo” dan “Setan Nyinyir”.

Sudahlah, saat ini bulan puasa, nggak baik ngomongin setan, kecuali “Bubur Setan Item” buat buka puasa. *ITU KETAN, KAMPRETTT*

Sekarang gw coba jabarkan moment-moment yang dapat di share di Path, dimulai dari:

1. Tempat (Place) : Sebenarnya ini tidak terlalu jauh berbeda dengan foursquare, dimana disini kita dapat meng-share lokasi kita berada, paling jika ada yang berbeda, di Path kamu tidak akan mendapat gelar sepert “major” dll seperti di foursquare, but who needs to become a ‘major’ in Terminal Kp. Melayu for example, right ? Major in terminal it sounds like “preman” for me. Oh, not forget to mention, you can share your location on Path at foursquare. I dont even know how to put it in a sentence.

2. Music-Movie-Book : Cukup jelas disini jika kita bisa share lagu yang sedang kita dengarkan, film yang akan dan telah kita tonton atau buku yang kita baca, dan memberi review personal pun boleh. Walau, orang juga tidak akan tahu sih kita bohong atau nggak, jika benar-benar sedang melakukan hal tesebut. Misalnya saja nih, kalian lagi ke toko buku, lalu liat bukunya Murakami, terus elo lihat cover sama halaman terakhirnya doang, terus biar gaya, elo post di Path Read: “Haruki Murakami – IQ 84” terus sok pake caption : “Mindblowing!” PRET!

Atau lagi denger lagunya “Kangen Band”, terus gatel pengen post di Path, tapi malu kalau ketahuan lagi denger Kangen Band, jadi yang di post: Listening to I Miss You by Blink 182 Caption: “yang penting sama-sama kangen” PRET!

3. Thought : Thought ini kalau arti harafiahnya adalah “pemikiran” ya, jadi mungkin ide awalnya bahwa Thought ini dimaksudkan untuk diisi pemikiran, kata motivasi, gagasan, pertanyaan atau hal-hal yang ingin di kemukakan dalam bentuk kata-kata dan akan mendapat respon komen dari teman-teman Path. Namun kalau dari yang gw lihat, banyak sekali pengguna Path di Indonesia yang menggunakan Thought ini sebagai ajang curhat.

Curhat dari masalah pemerintah, rumah tangga, pekerjaan dll sampai hal sepele seperti ketemu tikus di kamar mandi, kehilangan salah satu sendal jepitnya atau menceritakan kalau sendal jepitnya akhirnya ketemu karena ternyata digondol sama tikus yang tadi dilihat di kamar mandi. Dan asal tahu saja, tidak jarang curhatnya panjang banget lho, sampe 1 halaman ponsel sendiri, salut gw mengingat layar sentuh itu kan sebenarnya kurang begitu ideal untuk ngetik panjang. Bae-bae… telunjuk sengklek.

Sebenarnya, terserah sih mau nulis apapun di Path nya, tapi inget aja apapun yang dia curhatkan di Path baik itu tentang pekerjaan, pacar, rumah tangga, pamer harta dll dapat dibaca lho, oleh teman-teman Path nya.

Tapi emang sih, orang Indonesia (terutama cewek) yang doyan ngerumpi/ curhat, lalu dikasih social media yang gak ada pembatasan karakter didalamnya, itu seperti ngasih Rambo sebuah senapan mesin.

4. Sleep and Awake : Ini salah satu keunikan Path, yaitu mereka meyediakan aplikasi untuk menunjukkan jam berapa kita tidur lalu jam berapa kita bangun, serta memberi tahu berapa jam kita tidur. Gw jujur gak tahu dimana perlu nya menu ini, namun kenyataan nya banyak yang ikutan.

Dan uniknya, biasanya pada setiap post, Path memberikan tambahan kata-kata, semacam ucapan selamat tidur bahkan omelan tergantung jam dimana kita tidur. Misalnya yang tidur cepat dibilang “earlier birds get the worms” lalu yang tidur dini hari diomelin “Up Late!”, lalu pada saat awake biasanya muncul kata-kata, misalnya: Its 4:26 PM, haze, and 30 C. Got 4 hours of sleep, serious pillow face. Gile, jaman sekarang teknologi udah bisa ngomelin jam tidur gw, kayak emak gw aje.

Gw paham sih, jika teknologi semakin lama semakin canggih, tapi kalau dengan semakin canggih malah menjadikan teknologi makin mirip sama nyokap gw. itu serem.

Dan selain membuat teknologi menjadi seperti emak kita, menu sleep-awake ini juga bisa menimbulkan uring-uringan model baru. Dimana uring-uringan ini terjadi saat seseorang update waktu sleep, lalu saat bangun, Path nya error sehingga dia tidak bisa meng-update waktu awake nya, dan itu akan membuat orang ini uring-uringan karena jika dia tidak update awake dia takut teman-teman eksisnya di Path mengira dia tidur untuk selama-lamanya. huaaaaa :”(

5. Picture : Share foto adalah salah satu alasan utama orang main Path, karena foto (juga Video yang dapat di share juga pada beberapa device) adalah salah satu media yang sangat pas sebagai ajang eksis dan narsis.

Lihat saja orang Indonesia, dimana-mana foto kan, mau makan >> Foto Makanan, lagi di kamar mandi Mal >> foto sambil ngaca, lagi nongkrong di tempat gaul >> Foto rame-rame sama temennya dan harus mengorbankan salah satu waitress sial yang harus rela menjadi juru foto dadakan. Jika lagi di Metromini ? >> hmm… turun dulu dari Metromini, terus cari pohon yang lebat, baru keluarin HP kamera terus siap-siap mau foto, eh.. malah dikejar anjing. (gak nyambung ? Biarin, gw ini yang buat tulisan)

Dan, akhir-akhir ini yang sedang ngeterend adalah parade gambar-gambar lucu di Path, mulai dari lelucon kaleng Khong Guan, Tingkah anak-anak eat bulaga hingga yang paling banyak adalah gambar dengan lelucon-lelucon tentang kegalauan dan kejombloan. Ya contohnya seperti :

jokes jomblo 1

jokes jomblo 1

jokes jomblo 2

jokes jomblo 2

Dan contoh diatas, hanya segelintir dari banyaknya gambar lebih lucu yang beredar di Path (begitulah ya kalau orang-orang dengan otak konslet ketemu Photoshop). Dan hal yang terjadi jika ada gambar lucu di Path adalah munculnya teman-teman Path yang ingin me “repath”. Repath ini adalah semacam istilah, dimana seseorang ingin mengcopy moment (biasanya gambar/foto) yang dimiliki teman Path nya.

Biasanya supaya tidak melanggar norma etis Path, anak-anak Path meminta ijin dengan berkata “Repath ya” atau pada versi aksen Bekasi “ripet yak” dan pada versi balita “lipet yuaaa”. Man, the weirdest ‘sistem perijinan’ ever!

Ya, tampaknya waktu buka puasa sudah dekat dan sudah saatnya gw untuk menutup semua site di laptop gw dan mulai membuka Path untuk melihat moment teman-teman Path gw, buka puasa dengan apa atau dimana.

Semua yang gw tulis diatas, pure pendapat pribadi, jangan diperdulikan, hanya satu pesan yang bisa gw sampaikan bahwa social media seperti hal-nya media-media lainnya harus mendapat kontrol agar tidak jadi boomerang dan menggangu diri kita dan orang lain. Lalu dimana letak kontrol nya ? Pada diri kita sendiri.

Have a great moment and share with us, sobat Path.🙂

NB: Lanjutan tulisan ini, sudah dibuat dengan judul “Path oh Path (Part. 2)” yang bisa dibaca dengan klik ini

Support Machine :)

Ditulis dalam Komedi Sekitar, Merenung, Random Story, Teman-teman
6 comments on “Path oh Path
  1. rahma mengatakan:

    kalo penunjukan waktu tidur dan bangunnya itu error gimana ? gak sesuai sama jam yg sebenernya . please sarannya

  2. Yudi Budiana mengatakan:

    nice.. izin share gan.

  3. primustisme mengatakan:

    Asli koplak.. Bikin ketawa apalagi bagi org yg baru punya path huahahaha

  4. […] tulisan pertama saya mengenai Path dengan judul “Path oh Path” yang bisa dibaca disini , kali ini saya kembali ingin membuat tulisan menyangkut social media yang sedang hype itu, dan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tanggalan
Juli 2013
S S R K J S M
« Jun   Agu »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: