Path oh Path (Part. 2)*

Menyusul tulisan pertama saya mengenai Path dengan judul “Path oh Path” yang bisa dibaca disini , kali ini saya kembali ingin membuat tulisan menyangkut social media yang sedang hype itu, dan kali ini diberi judul “Path oh Path (Part. 2)”.

Pada tulisan kali ini, yang akan saya bahas dari Path berhubungan dengan Notification. Jujur-jujuran saja deh, semua pengguna Path pasti senang saat melihat di atas layar handphone nya muncul lambang Path dengan huruf “P” nya yang khas itu, yang menandakan ada notification di Path-nya.

Biasanya, ada semacam perasaan bangga karena merasa moment-nya ada yang merespon dan juga perasaan penasaran karena ingin tahu apa sih yang membuat ada notification itu (sebenarnya hal ini berlaku di semua social media yang menampilkan feature notification sih, namun untuk kali ini fokus hanya pada Path – red). Dasar manusia di era digital, suka bangga dan penasaran untuk hal yang sepele, norak ya ? Iya. Mungkin kalau dulu saat Descartes masih hidup dan dia memiliki Path, dia akan berkata “Norak Ergo Sum” : Aku Norak Maka Aku Ada. Bagaimana reaksi akibat munculnya emoticon Path dapat dilihat pada gambar berikut :

Siklus Reaksi Dari Emoticon Path

Sebenarnya yang membuat ada notification di Path itu bermacam-macam, antara lain :

1. Friend Requst :

Pasti sebagai anak gaul socmed sudah paham lah ya tentang ini, jadi kalau ada seseorang yang mau berteman, pasti muncul notification, jika dia kebetulan teman kita yang ajak berteman biasanya langsung kita accept ajakan-nya, jika orang tersebut tidak kita kenal, biasanya kita tolak dan jika yang mengajak berteman teman kita tapi kita tidak begitu suka dengan dia atau tidak ingin berteman dengan dia di Path, biasanya awalnya kita accept ajakan bertemannya lalu 3 hari kemudian di ‘unshare’. Kejam ? Biasa aja, tergantung seberapa serius kamu memandangnya. Kalau buat saya, buat apa terlalu serius di dunia (social media) yang saya jadikan tempat untuk bersenang-senang.🙂

2. Menerima Ajakan Chat :

Notification ini muncul jika ada teman Path yang mengajak bertukar message (semacam chatting), saya pribadi jarang menggunakan feature message di Path, kenapa ? Karena saya bisa melakukan hal semacam itu dengan whatsapp, line, bbm atau kalau mau lebih kuno dengan sms, atau kalau mau lebih kuno lagi bisa menggunakan bantuan burung merpati dan semaphore.

3. Di-tag untuk suatu moment :

Di tag untuk suatu moment sebenarnya seru-seru saja namun tidak jarang suatu moment itu di-tag nya rombongan, apalagi pada saat moment ucapan perayaan hari keagamaan, ucapan terimakasih atau ingin mengundang rombongan teman-temannya datang di acara yang dia atau kantornya buat. Hal ini menyebabkan, setiap ada comment dari orang-orang yang di tag rombongan itu dan berhubungan dengan moment tersebut, notification akan selalu hadir dalam periode waktu yang lumayan panjang, hingga akhirnya notification pada moment tersebut usai, beberapa pengguna Path banyak yang melakukan sujud syukur di Puncak Jayawijaya.

Tapi lucunya, orang-orang ini walau suka kesal di tag rombongan, pasti suka merasa kesal juga karena merasa tak dianggap jika di tag rombongan tersebut tidak ada nama dia. Misalnya, karena tulisan ini dibuat di saat Natal ya, ada seseorang yang men-tag teman-temannya yang merayakan Natal untuk moment Path ucapan selamat hari Natal, lalu si orang ini merayakan Natal juga tapi kok tidak di-tag disitu, emhh… bisa uring-uringan orang ini sampai tahun baru. Lucu ya, di tag rombongan kesal, tapi kalau nggak di tag kesal juga. Terus harus bagaimana dong ? Apa aku harus lari ke hutan dan belok ke pantai lalu muter-muter di Bunderan HI ?

4. Di Visit :

Ini salah satu hal yang membuat Path tidak terlalu disukai oleh jamaah KEPOyiah, karena kalau ada yang visit Path orang lain akan muncul notification bertuliskan “<friends name> visited your Path”. Hal ini dapat membuat suatu perasaan yang dalam bahasa romawi kuno disebut “tengsin”. Bahkan saya pribadi pernah mendengar seorang teman yang merupakan seorang Jamaah KEPOyiah dari Rayon Ciledug berkata “Gw mau beud kepo Path nye, tapi entar ada notification nye, mending gw kepo dari socmed lain dah”.

Ada beberapa hal yang terjadi ketika seseorang di visit Path nya, antara lain :

– Cuek aja : Banyak yang seperti ini

– Ke-Ge-eR-an : Biasanya beberapa orang yang Path nya di visit suka langsung berbicara dalam hati atau pada beberapa orang yang memiliki Ibu Peri kayak Marshanda, langsung curhat ke Ibu Peri, dan bergumam “Aduh, dia kenapa yach visit-visit Path akoh, jangan-jangan dia naksir akoh… ihik ihik ihik” atau pada beberapa orang Ge-er nya berbeda, biasanya ge-er mereka diikuti gumaman “Ih! Ngapain coba visit-visit Path guah! Mau tau banget kehidupan guah! Kepo banget! Betek!”

– Nyinyir + Bully-er : Ini mengerikan tapi tidak terlalu mengejutkan sebenarnya, pada beberapa orang yang Path nya di visit, biasanya mereka langsung membuat moment ‘thought’ di Path mereka, biasanya bertuliskan “Hayooo <sebut nama si teman-teman yang visit Path nya> ngapain visit Path gw, kepooo yaaaaaa” dan nama orang-orang tersebut di tag. Setiap ada teman saya yang melakukan hal ini, langsung terbayang di kepala saya, teman saya itu muncul tanduk iblis di kepalanya, lalu dia memberi tatapan bengis dan berkata nyinyir ke layar HP “Hmm.. rasakan akibat yang kamu terima karena telah visit Path gue *tawa iblis* HA HA HA HA… HA HA HA HA”

5. Comment Pada Moment Yang Kita Share :

Ini termasuk salah satu penyebab notification tersering dan biasanya membuat pengguna Path bersemangat saat melihat Path nya mendapatkan notification. Ada semacam (diakui atau nggak) perasaan senang dan bangga karena moment Path nya ada yang comment. Semacam mendapat pengakuan pada eksistensi mikro nya di dunia maya. Menyedihkan ? Iya. Manusia kadang memang mahluk yang menyedihkan.

6. Emoticon Pada Moment Yang Kita Share

Emoticon yang bisa diberikan pada moment yang di share di Path (dalam hal ini, bukan emoticon yang diberikan pada box comment ya), ada 5 yaitu ; Smile, Laugh, Gasp, Frown dan Love. Dan gambar emoticon-emoticon tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Emoticon Path

Emoticon Path

I try to describe these emoticons in random order okay,

Frown : Biasanya emoticon ini diberikan pada moment-moment yang menyedihkan, seperti video/ gambar / cerita sedih, kisah kriminalitas yang memakan korban, gambar dengan bertuliskan quote dari teman yang baru putus cinta dan berbagai hal yang di kehidupan nyata yang dapat membuat orang gusar, kecewa, marah, sedih dan bahkan menangis.

Laugh : ‘Laugh’ ini adalah kebalikan dari ‘frown’, dari gambar emoticon nya saja sudah jelas ini akan diberikan pada moment seperti apa (walau saya pribadi agak bingung kenapa pada gambar emoticon itu harus tutup mata satu, itu emoticon yang menunjukan tertawa atau emoticon mau jadi Jaja Miharja yang lagi ngomong “APAAN TUH!”). Biasanya, emoticon ini diberikan pada moment-moment/ gambar/ video/ kata-kata yang lucu dll dan juga saat ada teman yang sedang mendengarkan lagu atau menonton film yang kita suka (tapi bagi cewek-cewek nih kalau lagu atau film yang mereka suka lagi dijadikan moment oleh teman yang satu jenis kelamin dengan mereka, biasanya diberi emoticon ‘love’, namun jika yang membuat moment lagu atau film yang mereka suka tersebut adalah lawan jenis mereka, beberapa orang enggan memberikan emoticon ‘love’ sehingga mereka memberi emoticon ‘laugh’, antara risih sama ada yang janggal mungkin. Kalau cowok justru kebalikannya, biasanya mereka justru agak risih memberikan emoticon ‘love’ pada moment yang diposting oleh sesama teman cowok, tapi kalau sama cewek apalagi kalau cantik atau yang mereka taksir, wih… cewek itu update moment bangun tidur juga di ‘love’ in).

Contoh jelas saat emoticon ‘laugh’ digunakan sangat sering adalah saat Path lagi ramai-ramainya dengan posting meme “Om Johny Depp dan Keponakan”, pada setiap posting meme komedi tersebut (yang banyak banget versinya itu dan bisa dilihat contoh-contohnya pada artikel http://malesbanget.com/2013/10/koleksi-terbaik-dari-meme-finding-neverland/) di share di Path, hampir semua emoticon yang digunakan pada gambar-gambar itu adalah emoticon ‘laugh’, karena memang lucu. Curiga pada saat heboh postingan meme “Om Johny Depp dan Keponakan” itu, emoticon-emoticon selain ‘laugh’ pada ngambek karena merasa tak terpakai. mungkin mereka berempat membuat semacam grup musik dan menyanyikan lagu berjudul “Emoticon yang Tak Dianggap”.

Gasp : Kalau dilihat dari kamus bahasa sunda inggris-indonesia , gasp itu berarti melenguh ; terkesiap, atau kalau dijabarkan mungkin sesuatu yang membuat kaget atau menghela nafas. Emoticon ini bagi saya, seperti ditengah-tengah, karena moment-moment di Path yang diberikan emoticon ‘gasp’ ini sebenarnya dapat diberikan emoticon lain, tergantung sudut pandang pemberi emoticon. Contoh ya, saat ada yang menampilkan moment Path berupa print screen kisah perampokan di taksi, orang bisa saja memberi emoticon ‘gasp’ tapi tidak salah juga jika ada yang memberi emoticon ‘frown’, karena yang memberi emoticon ‘frown’ mengambil sudut pandang dari si korban yang kasihan karena kerampokan, sedangkan yang memberi emoticon ‘gasp’ mungkin melihat dari sudut pandang kejadian tersebut yang terjadi di taksi yang seharusnya adalah angkutan umum yang aman. Bahkan bisa saja ada yang memberi emoticon ‘laugh’ pada moment itu, jika kebetulan yang kerampokan di taksi itu adalah musuhnya mungkin.

Atau contoh lain, saat ada yang posting gambar barang yang harganya mahal, mungkin ada yang memberi emoticon ‘love’ jika mereka melihat dari sudut pandang barangnya yang mungkin menurut mereka sangat bagus, tapi ada juga yang memberi emoticon ‘gasp’ karena dia melihat dari sudut pandang mahalnya harga barang tersebut.

Tapi saya pernah melihat sendiri, ada seorang teman yang memposting foto dia dengan pacar barunya dan membuat sebagian besar teman-temannya memberi emoticon ‘love’ dan ‘laugh’, lalu tiba-tiba ada yang memberi emoticon ‘gasp’, hal itu entah kenapa bagi saya, seolah-olah terlihat dia sedang berkata “Wah, ada juga yang mau jadi pacar ini orang”. Kejam.

Ada kalanya juga saat seseorang update waktu sleeping/awake emoticon ‘gasp’ ini diberikan, misalnya dia update waktu sleeping lebih cepat dari biasanya lalu seseorang memberi emoticon ‘gasp’ itu berarti seolah-olah dia mau berkata “buset… tidur cepet amat lo, bencong-bencong aja belom pada mangkal, masih pada nonton YKS tuh” atau jika dia update waktu awake yang agak siang, lalu ada yang beri emoticon ‘gasp’ itu seolah-olah dia mau berkata “buset deh, kebo amat lo baru bangun jam segini, kebo beneran aja udah pada lari pagi noh di Senayan!”. Manusia itu kejam dan judgmental ya ? Iya.

Smile : Emoticon ‘smile’ dan ‘love’ sengaja saya taruh belakangan karena kedua emoticon ini buat saya pribadi (mungkin orang lain juga) sering rancu penggunaannya dan cara membedakannya. Lalu untuk mengetahui perbedaannya saya mencoba mengamati dari beberapa postingan di Path saya yang mendapatkan emoticon ‘smile’, ternyata setelah saya observasi dengan menggunakan metode penelitian kualitatip selotip double tip, emoticon ‘smile’ itu diberikan untuk moment yang pada saat bersamaan membuat si pemilik Path benar-benar tersenyum (tersenyum ya, bukan tertawa). Atau dengan kata lain, seseorang memberi sebuah moment di Path dengan ‘smile’ karena dia menganggap postingan tersebut personal.

Contoh saja ya, misalkan ada yang posting moment gambar dengan tulisan kata-kata bijak, mungkin sebagian besar orang akan memberi emoticon ‘love’ karena mungkin kata-kata tersebut menurut mereka bagus maknanya, tapi jika ada yang memberi emoticon ‘smile’ itu kemungkinan besar posting tersebut benar-benar membuat dia tersenyum atau dengan kata lain postingan tersebut menjadi personal buat dia, personal karena mungkin hal tersebut benar-benar sedang dia rasakan atau postingan tersebut adalah nasihat yang ingin dia sampaikan pada seseorang.

Contoh lainnya, saat ada seseorang yang memposting moment foto yang memamerkan isi buku tabungannya dengan saldo senilai puluhan juta di Path (serius, pernah ada lho yang seperti ini) beberapa orang mungkin akan memberi emoticon ‘love’, ‘laugh’, ‘gasp’ bahkan ‘frown’ namun jika ada yang memberi emoticon ‘smile’ itu kemungkinan adalah orang-orang yang merasa terganggu dengan moment tersebut namun tidak mau komentar karena takut dibilang sirik, maka dia cukup ‘smile’ baik di emoticon atau di wajahnya sendiri, biasanya sambil berkata bijak seperti Mario Teguh “Tidak perlu sebegitu pamernya juga lho mbak, ingat hidup itu berputar, kadang diatas kadang diare. Salam super. Super Mie Rasa Ayam Bawang”.

Begitupun saat seseorang posting moment listening to any songs or watching any movies, lalu ada yang memberi emoticon ‘smile’, itu kemungkinan karena film atau lagu tersebut memiliki makna yang personal bagi dia. Atau kalau kata anak gaul Kebayoran Lama “Lagu dan film nya daleeeemm benjet keleeuuss!!!”

Love : Setelah melihat penjelasan mengenai emoticon ‘smile’ diatas mungkin sudah bisa lebih mengerti ya, bilamana seseorang memberikan emoticon ‘love’. Bisa dikatakan bahwa emoticon ‘love’ ini biasanya diberikan pada moment-moment yang menurut mereka bagus maknanya, indah tampilannya atau sesuatu yang seems so lovely.

Tentunya hal ini mungkin menjadikan emoticon ‘love’ sebagai emoticon yang paling populer berdasarkan hasil survey di acara “Animal Emoticon Planet”,  karena sebagaimana kita ketahui orang-orang di Path pastinya lebih suka menampilkan suatu hal yang indah, entah itu keindahan nyata atau keindahan palsu. Moment-moment di Path yang sering mendapat emoticon ‘love’ antara lain, kata-kata bijak yang maknanya bagus, gambar-gambar yang indah di suatu tempat, gambar-gambar pernikahan-keluarga-kekasih-bayi dll, kata-kata di thought yang bagus, hingga saat seseorang menampilkan moment tempat, lagu dan film yang bagus. Bahkan terkadang seperti sudah saya bilang diatas, saat seseorang update sleeping / awake di Path, ada saja lho yang kasih ‘love’, itu biasanya kalau yang update cewek cantik sih terus yang ‘love’ in biasanya cowok yang ngefans atau mau modus. Modus gembel. Mungkin cowok-cowok yang suka modus dengan cara ini punya prinsip “Berawal dari ‘love’ in moment, Berakhir di Apartement”

Namun dibalik semua keindahannya, emoticon ‘love’ ini ternyata bisa menjadikan seseorang (biasanya ibu-ibu muda) jadi uring-uringan. Seperti yang sebelumnya sudah dikatakan, bahwa sebagian orang menjadikan social media (dalam hal ini Path) sebagai ajang eksistensi dan karenanya maka setiap orang yang memposting moment di Path itu diikuti oleh sebuah ekspektasi, ekspektasinya antara lain adalah banyak yang comment dan banyak yang memberi emoticon ‘love’. Segitunya ya ? Iya.

Hal ini menyebabkan ada beberapa ibu-ibu muda yang suka memposting moment foto bayinya tentunya dengan caption yang menceritakan kisah di gambar itu, memiliki ekspektasi yang tinggi supaya foto tersebut banyak memancing comment atau banyak mendapat emoticon ‘love’, bahkan tingginya ekspektasi pada foto tersebut mengalahkan ekspektasi si ibu supaya sang bayi kelak menjadi anak yang soleh, berbakti pada orang tua dan jago goyang caesar.

Wajar-wajar saja sih, bahkan saya pribadi suka dengan foto bayi teman-teman saya, karena memang lucu-lucu banget, namun karena adanya ekspektasi diberi emoticon ‘love’ yang berlebihan itu yang membuat foto-foto ini tidak membuat mereka jadi fun malah jadi uring-uringan, hingga saat seorang ibu yang sudah memposting foto bayinya yang menurut dia sudah paling lucu sedunia, lalu yang ‘love’ in sedikit, ini akan membuat dia bergumam kecil “aduh… kok dikit banget sih yang ‘love’ ini foto bayi gw di Path, padahal udah lucu banget itu… ihhh” atau saat  foto moment bayi nya hanya diberi emoticon ‘laugh’, sang ibu-ibu ini akan berteriak dalam hati “APAHHH… FOTO BAYI GW KOK CUMA DI ‘LAUGH’ IN! EMANG BAYI GW MR BEAN APA DI ‘LAUGH’ IN! GAK TERIMA GW, GAK TERIMA! DI LOVE DONG, DI LOVE!!! ARGGHH”

Bagaimana, teman-teman yang bermain Path pasti pernah dong ya mendapat emoticon-emoticon seperti yang tertulis diatas. Selain hal-hal diatas, emoticon juga bisa muncul saat lagu yang kita posting di Path karena sedang kita dengarkan, didengarkan juga oleh teman kita dan biasanya muncul tulisan “<friends name> listened to your song”. Berbicara soal lagu, ada hal yang lucu lho menyangkut emoticon dengan lagu yang kita sedang dengarkan di Path, jadi suatu ketika saya sedang mendengarkan lagu “To Be With You” by Mr Big di Path, lalu karena banyak teman-teman di Path saya yang menyukai lagu tersebut jadi banyaklah yang memberi emoticon ‘love’ pada moment tersebut termasuk teman-teman saya yang perempuan dan hasilnya di daftar emoticon muncul tulisan “<nama teman Path terutama yang perempuan> loved To Be With You”. Hasek. Jadi buat yang jomblo akut, terus sudah lama gak mendapat ucapan love-love an dari lawan jenis,  bisa dicoba cara ini atau bisa juga menggunakan lagu berjudul “You”, walau kata kerja yang digunakan di Path, past tense sih, jadi yang tertulis ‘loved’ bukan ‘love’, sehingga diartikan “PERNAH mencintai”, tapi jomblo akut sepertinya tak akan perduli. Terlihat kasihan sih tapi ya. Hahaha.

Akhir kata saya hanya ingin menyampaikan, bahwasanya notification terutama yang berupa comment dan emoticon itu adalah sebuah bagian dari proses komunikasi yang terjadi dalam sebuah sosial media, tentunya seperti halnya semua proses komunikasi pastinya akan menimbulkan efek dan efek yang terjadi beberapa diantaranya sudah dijabarkan diatas.

Saya pribadi yang menjadikan sosial media sebagai sarana refreshing dan hiburan tentunya tidak terlalu menganggap serius segala tetek bengek perihal Path beserta notification termasuk emoticon-emoticon nya ini, walau saya  paham, jika banyak yang menjadikan segala hal di sosial media ini sebagai suatu hal yang serius.

Walaupun begitu, bukan berarti saya tidak belajar sesuatu di sosial media ini. Setidaknya di sosial media (Path) ini, saya jadi dapat berkaca mengenai diri saya sendiri dan saya juga dapat mengamati betapa kompleksnya manusia dengan segala perilakunya yang ternyata ribet, rempong, nyinyir, kepo, suka bergunjing, judgemental, kejam, menyedihkan, suka pamer, butuh pengakuan, butuh eksistensi, butuh teman sharing, butuh afirmasi, suka menolong, suka berbagi informasi, suka menasehati orang lain, dll.

Dan selain dari yang saya tulis diatas, dengan menggunakan Path saya bisa bertanya pada diri saya sendiri : “Manusia itu menyenangkan ya ?” Lalu bagaimana saya menjawabnya ? Hmm…. mungkin jika ini Path, pertanyaan itu terkadang akan saya jawab hanya dengan emoticon ‘love’, terkadang dengan emoticon ‘frown’, terkadang dengan emoticon ‘gasp’, lumayan sering dengan emoticon ‘laugh’, namun untuk kali ini saya akan menjawabnya cukup dengan emoticon ‘smile’.🙂

*) Semua tulisan tentang Path ini pure lucu-lucuan, tidak melalui proses observasi, hanya pendapat pribadi dan tidak ada niatan untuk menjelek-jelekan siapapun atau apapun. Just for laugh, just for fun.

Support Machine :)

Ditulis dalam Komedi Sekitar, Merenung, Random Story
13 comments on “Path oh Path (Part. 2)*
  1. […] NB: Lanjutan tulisan ini, sudah dibuat dengan judul “Path oh Path (Part. 2)” yang bisa dibaca dengan klik ini […]

  2. che mengatakan:

    hai.. salam kenal.. setuju bgt dgn apa yg u blg ttg Path.. bikin fun aja, yg penting jgn bikin jd nunduk community, yg deket jd jauh yg jauh jd deket..

  3. agisty mengatakan:

    Hai.. Aku pgn nanya nih.. Knpa yah path aku selalu muncul notif temen aku yg pernah ikut log in path di smartphone aku? Pdahal udah aku log out, clear data, trs di reinstll.. Tp tetep aja notif temen aku muncul.. Pdahal itu log in nya udah pake akun punya aku. Mohon bantuan nya.. Terima kasih…

  4. putri mengatakan:

    slmt pagi, mau nanya min, gmn carany membatalkan love yg kita kasi ke postingan tmn y? ga sengaja kepencet😦 makasi min

    • mikhaeltulus mengatakan:

      Tidak bisa sih setau saya, mungkin emoticonnya dirubah saja dgn yg lain. Atau klo niat, bilang saja via comment kalau kamu tak bermaksud me’love’kan. Tapi agak aneh sih. hehe

  5. vinny mengatakan:

    hei mau tanya . saya jarang buka path tapi saya lihat lewat email banyak yg friend request tapi setelah saya buka kenapa tidak ada notifikasi apa2 ya ? trims

  6. nadya eka febriana mengatakan:

    selamat pagi min, pernah ga teman kita gabisa ngecomment path atau love moment kita? begitu juga kita sebaliknya gitu, kenapa ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tanggalan
Desember 2013
S S R K J S M
« Nov   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: