Komentator Battle of Sevel

Sekitar bulan lalu, gw melihat video iklan dari channel TV sport ESPN, dimana iklan ini sebagai promo bahwa pada pagelaran FIFA World Cup 2014 di Brazil nanti, pertandingan yang disiarkan di channel ESPN akan di komentatori oleh seorang komentator bola handal dan cukup legendaris yang bernama Ian Darke. Seberapa handalnya Ian Darke ? Ya begini aja deh, Ian Darke ini sedemikian handalnya sampai dia dijadikan salah satu nilai jual untuk penayangan siaran Piala Dunia nanti di ESPN, sehingga layak dijadikan iklan sendiri oleh ESPN.

Bagaimana iklan nya ? Lihat video berikut…

Sudah lihat kan videonya, lucu dan keren ya. Pesan iklan video ini mungkin seperti memberi tahu, kalau Ian Darke ini sebegitu baiknya saat menjadi komentator, sampai-sampai saat dia harus menjadi komentator sebuah blind date pun, blind date itu menjadi sangat seru. Great Ad !

——————————————————————————————————————————————————————

Tiba-tiba gw teringat kembali pada video diatas saat gw nongkrong di Sevel Pondok Kelapa sepulang kerja hari jumat kemarin, hal ini dikarenakan gw melihat ada pasangan berpacaran yang lagi berseteru di tempat gw nongkrong itu. Pada saat melihat mereka berseteru, gw langsung teringat video Ian Darke tadi dan menginspirasi gw untuk  menjadi komentator dadakan pada kejadian ini.

Bagaimana persisnya ? Seperti ini kira-kira…

Opening : Selamat malam saudara-saudara, hari ini saya Mikhael Tulus akan memandu sebuah partai yang dijamin akan sangat seru yang mempertemukan antara “Si Cewek” dan “Si Cowok”. Partai yang berlangsung pada jumat malam yang cukup cerah ini, berlangsung di tempat netral, di Seven Eleven Pondok Kelapa atau publik mengenalnya dengan “Sevel”, sehingga hal ini menjadikan partai ini digembar-gemborkan sebagai “Battle of Sevel”. Kondisi Sevel hari ini pun dapat dikatakan cukup kondusif untuk menyelenggarakan partai ini, karena cuaca tidak hujan, bangku cukup ramai dengan ABG namun tidak terlalu berisik dan menggangu.

Tampaknya kedua orang ini sudah mulai memasuki hall Sevel setelah keluar dari mobil secara bersamaan, mereka sepertinya memilih meja bundar berwarna hijau khaki dan bersiap duduk. Si Cewek hari ini tampil cukup cantik dengan dress simple warna pink cerah namun sayangnya wajahnya hari ini tak secerah raut mukanya. Sementara Si Cowok yang mempunyai julukan “The Thing dari Bekasi” karena sosoknya yang mirip tokoh “The Thing” dari film superhero “Fantastic Four” tapi berkulit hitam, kali ini mengenakan kaus berwarna hitam, celana jeans hitam dan sendal berwarna hitam, sebuah penampilan yang membuat ia terlihat seperti lingkaran pada LJK untuk UN yang habis dihitamkan dengan pensil 2B.

Menit ke-1 : Sudah dimulai, belum ada maneuver dari kedua sisi, Si Cowok hanya menyalakan rokok dan Si Cewek hanya sibuk mengutak-atik handphone nya, kemungkinan besar update Path. Lokasi di Seven Eleven Pondok Kelapa tapi update nya di Starbucks PIM. Kok, jauh ya ? Tapi hal ini tidak mengejutkan, karena Si Cewek memang memiliki gaya permainan, “lebih baik bohong tapi eksis dari pada jujur tapi malu-maluin”

Menit ke-6 : Si Cowok mulai melancarkan serangan tiba-tiba dan menusuk dengan menanyakan “Aku mau kamu jelasin, kamu kemarin pulang kuliah dijemput sama siapa ? Terus kemana ? Lalu kamu coblos apa pas Pemilu kemarin ?” Sebuah serangan pertanyaan yang cukup baik namun agak kurang begitu jelas skemanya, sehingga tidak mengejutkan kalau serangan itu dapat dihalau dengan mudah oleh Si Cewek dengan hanya menjawab “Nggak Mau”.

Menit ke-8 : Si Cowok terlihat kesal akan jawaban itu dan seakan tidak percaya, namun dari mukanya tampak ia sedang mencoba strategi serangan lainnya dari sudut yang berbeda.

Menit ke-10 : Semenjak serangan yang terakhir, kedua orang ini tampak hanya diam-diaman saja. Tidak ada satupun dari mereka yang mau melancarkan serangan, entah sedang mencoba saling menunggu serangan atau memang masih mencari celah untuk menyerang.

Menit ke-30 : Partai ini, menjadi sangat membosankan karena sampai saat ini, kurang lebih 20 menit terakhir kedua belah pihak masih bermain aman dan diam-diaman. Si Cewek asyik bermain handphone, Si Cowok sibuk merokok dan terkadang menunjukkan tatapan tanpa kedip ke arah Si Cewek. Pasti para penonton mengharapkan dari mata Si Cowok muncul sinar infra merah panas, tapi penonton sebaiknya jangan berharap banyak karena dia itu “The Thing” bukan “Cyclops”.

Menit ke-35 : Si Cewek mulai melancarkan serangan, namun serangan kali ini sepertinya hanya sebagai pancingan agar pertahanan Si Cowok terbuka, yakni dengan berlagak memukul-mukul sisi handphone-nya ke meja, mungkin maksudnya supaya Si Cowok bisa ter-distraksi dan memulai obrolan. Tapi sayangnya, strategi tersebut masih tidak ampuh untuk menembus pertahanan Si Cowok. Namun usaha Si Cewek kali ini harus diacungi jempol dan cukup smart walau masih belum berhasil.

Menit ke-40 :  Serangan kali ini kembali dilakukan oleh Si Cewek, dimana seketika ia memecahkan kesunyian dengan mengatakan “dia itu temen kampus aku, aku cuma diantar pulang karena searah, lagipula dia udah punya cewek kok”, tapi sayangnya serangan bertubi-tubi ini tidak disertai dengan persiapan lini pertahanan atas serangan balik. Benar saja, saat mendengar penjelasan Si Cewek, Si Cowok tidak berkata apa-apa malah asyik lihat handphone dan kembali menyalakan rokok dengan muka sok cool. GOAL! 0-1 untuk Si Cowok.

Menit ke-44 : Si Cewek tiba-tiba menangis, sebuah drama berlebihan yang mengingatkan kita pada aksi diving Neymar. Sudah selayaknya Si Cewek memperoleh kartu kuning karena ini dan hukuman tendangan bebas diberikan untuk Si Cowok. Dan GOAL! 0-2 untuk Si Cowok.

Menit ke-45 : Pertandingan babak pertama. Usai.

Babak pertama usai, saatnya “turun minum” untuk keduanya, dimana dalam hal ini turun minum dalam arti sebenarnya, karena mereka sedang di Sevel jadi sebaiknya harus beli minum atau makan, jangan numpang duduk doang, elo berdua pikir ini bangku taman.

Dan sedikit ulasan dari babak pertama tadi, sebenarnya permainan kedua orang ini tidak terlalu memuaskan, strategi yang keduanya gunakan juga relatif sama dan cenderung pragmatis juga membosankan. Namun disini terlihat bahwa Si Cowok mendapat keuntungan dari kecerobohan Si Cewek dalam memainkan strateginya, hal ini terbukti dari 2 gol yang diciptakan oleh Si Cowok pada partai ini murni karena kesalahan Si Cewek.

Perkiraan saya pada babak ke-2 Si Cowok akan berusaha mempertahankan keunggulan ini dengan sesekali mencoba serangan balik karena bagaimanapun pada partai di tempat netral ini, Si Cowok memiliki keuntungan karena dia membawa mobil. Sedangkan Si Cewek menurut saya akan memanfaatkan kelebihan dia dalam hal sok manja dan playing victim yang cenderung oportunis untuk membongkar pertahanan Si Cowok.

Menit ke- 46 : Pertandingan babak ke-2 dimulai!

Menit ke-48 : Si cowok masih bermain di area mereka sendiri dan sepertinya bermain cukup nyaman mengingat keunggulan skor yang mereka miliki saat ini, hal itu pula yang membuat ia cukup santai untuk menanyai Si Cewek “Kamu jadi beli slurpee nggak?” , Si Cewek menjawab “Mau”, sayangnya terjadi sedikit blunder dilakukan oleh Si Cowok saat dia menanyakan “Kamu mau slurpee nya yang large apa yang gede ?” Penonton seisi Sevel terlihat menganga melihat blunder tersebut, bahkan salah satu penonton yang sepertinya masih SD terlihat melempar kamus Inggris-Indonesia ke arena.

Menit ke-50 : Namun sayangnya blunder tersebut tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Si Cewek, yang ironisnya malah membuat blunder juga saat dia menjawab pertanyaan Si Cowok dengan  “Hmm.. slurpee yang mana ya, yang kecil aja deh”. Ditanya “yang large atau yang gede ?”, dijawabnya “yang kecil aja”. Penonton tampak menggelengkan kepalanya, namun juga menjadi mengerti kenapa kedua orang ini cocok bersama dalam sebuah hubungan pacaran.

Menit ke-60 : Si Cowok mulai kembali melancarkan serangan, kali ini serangan dilakukan dilakukan dari sisi sayap, yakni dengan mencoba mengirim umpan crossing yang tajam ke pertahanan Si Cewek dengan peryataan “Aku nggak percaya, cowok itu cuma nganter doang tanpa maksud apa-apa! Pasti dia suka sama kamu kan?”, namun serangan ini seperti sudah diantisipasi oleh Si Cewek terbukti serangan tersebut dapat bisa langsung dihalau dengan tackle manis dan seketika dibalas dengan serangan balik yang sangat cepat dan bertubi-tubi dengan menjawab “Kamu tuh apaan sih, dia tuh teman doang. Emang kamu nggak pernah apa anterin teman cewek kamu pulang, *lalu si cewek mengambil handphone Si Cowok yang tergeletak di meja* Nih, si Vina sama Debby ada fotonya di handphone kamu waktu kamu antar pulang, itu kamu boleh, masak giliran aku diantar pulang sekali aja kamu marah. Egois banget kamu!” GOAL! 1-2 untuk Si Cewek.

Menit ke-70 : Si Cowok mulai mencari cara mengantisipasi kelebihan Si Cewek dalam hal ingatan, maka dia mencoba melakukan pergantian strategi dengan lebih berhati-hati dalam mengeluarkan peryataan sambil memperkuat pertahanan.

Menit ke-80 : Si Cewek mulai menguasai jalannya pertandingan dan memperkuat strategi menyerangnya dengan mencoba memborbardir celah di pertahanan Si Cowok, tepatnya di titik lemahnya yang terkenal mudah mellow walau mukanya sangar, semacam “muka Rambo, hati Romeo” atau “muka The Thing, hati Ayu Ting-Ting”. Ini menjadi lampu kuning bagi Si Cowok!

Menit ke-85 : Si Cewek yang masih menguasai pertandingan di babak ke-2 ini mulai mencoba serangan berikutnya, kali ini dengan mencoba sok perhatian dan berkata “Kamu kok malah nambah lagi sih ngerokok nya, kurangin kek, kemarin kan baru sakit. Nanti sakit lagi, nggak kuliah lagi”, ini sebuah tendangan pelan sebenarnya, tapi dari raut muka Si Cowok yang mulai senyum-senyum luluh, hidung kembang kempis (karena dia seperti The Thing jadi adegan hidung kembang kempis itu terlihat seperti Gunung aktif mau meletus) karena perhatiannya. Serangan ini sepertinya berhasil, bergulir pelan dan… GOAL! 2-2 Si Cewek menyamakan kedudukan.

Menit ke-90 : Kedua orang ini tampak sudah mulai kelelahan, Si Cowok sudah cukup puas dengan hasil imbang ini, sedangkan si Cewek walau masih terlihat ambisi untuk menang tapi seakan kehilangan akal di ujung pertandingan ini. Pertandingan hanya berkutat di lini tengah, sudah tidak terlihat lagi kreatifitas di dalamnya.

Menit ke- 93 : Injury time. Si cowok mencoba menghabiskan waktu dengan bermain aman dan mengajak Si Cewek pulang, namun Si Cewek dengan kecerdikannya menganggap itu sebagai kelengahan dan digunakanlah hal tersebut sebagai kesempatan menyerangnya yang terakhir. Akhirnya, saat berjalan bersama menuju ke mobil, Si Cewek menggandeng Si Cowok dan mengelus pipi Si Cowok dan Si Cowok yang seakan sudah tidak berdaya akan serangan itu, seolah lupa semua masalah yang terjadi sebelumnya dan mencium balik kening Si Cewek. Sebuah kelengahan yang harus dibayar mahal oleh Si Cowok. GOAL! 3-2 Si Cewek Menang!

Clossing: Demikianlah pemirsa, akhir dari “Battle of Sevel” yang sangat seru ini dan berkesudahan dengan skor 3-2 untuk kemenangan Si Cewek. Sebuah partai yang sangat ketat walau sesungguhnya kita semua sudah menduga, dalam pertandingan semacam ini dan dengan kondisi mental Si Cowok yang seperti ini, Si Cewek memang besar kemungkinan untuk menang.

Dari Seven Eleven Pondok Kelapa, saya Mikhael Tulus dan tim yang bertugas mengucapkan: Salam Olahraga!

Support Machine :)

Ditulis dalam Komedi Sekitar, Modified by a true Dialog, Random Story

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tanggalan
April 2014
S S R K J S M
« Mar   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: