Hidup Itu Seperti Kiper Sepakbola

Seorang teman yang entah mungkin sebegitu ter-hipnotisnya dengan Piala Dunia Brazil 2014 yang saat ini sedang berlangsung tiba-tiba berkata di tengah-tengah makan siang:

“Hidup Itu Seperti Sepakbola, bro”

Berbagai alasan dan analogi atas perkataannya itu dia paparkan tanpa ada satupun yang gw setujui, ataupun tidak setujui, dan bahkan mengingat fakta tidak satupun dari yang dia paparkan gw ingat, entah apakah gw bahkan mendengarkan apa yang dia paparkan.

Dan dalam perjalanan pulang ke rumah hari ini, dimana untuk hari ini gw menumpang bis Trans Jakarta, gw yang sejatinya tak beda dengan teman gw yang demam Piala Dunia itu, mengisi waktu di Trans Jakarta dengan membaca aneka berita terbaru tentang Piala Dunia, dan bisa gw simpulkan yang menjadi salah satu/dua highlight berita Piala Dunia hari ini (18 Juni 2014) adalah kecemerlangan kiper Meksiko Guillermo Ochoa dalam menahan gempuran Brazil sehingga skor berakhir 0-0 dan blunder yang dilakukan kiper Rusia Igor Akinfeev ketika tidak bisa menangkap dengan sempurna tendangan pemain Korea Selatan sehingga bola terlepas dari tangannya dan tercipta gol ke gawangnya, sehingga dia untuk beberapa orang dianggap bermain buruk. Skor akhir Rusia melawan Korea Selatan 1-1.

Andai…

ANDAI!!!

Gw membaca berita ini saat jam makan siang, gw pasti akan terinspirasi dan akan membalas perkataan teman gw dengan:

“Salah bro, Hidup Itu Seperti Kiper Sepakbola”

Lalu, pasti dengan semangat yang sama dengan teman gw itu, gw mulai memaparkan alasan perkataan barusan.

Hidup Itu Seperti Kiper Sepakbola, jika Kiper melakukan banyak penyelamatan sehingga gawang tidak kebobolan, pasti dia dipuji dan dianggap pahlawan.

Hidup Itu Seperti Kiper Sepakbola, jika Kiper kebobolan banyak gol, pasti dia di caci maki dan dianggap biang kerok kekalahan.

Hidup Itu Seperti Kiper Sepakbola, jika Kiper melakukan banyak penyelamatan hebat sepanjang pertandingan, namun tiba-tiba ia membuat satu kelengahan kecil di ujung pertandingan dan menyebabkan gawangnya kebobolan, pasti orang seolah lupa dengan berbagai penyelamatan hebat yang dia lakukan sebelumnya, malah mencibirnya atas 1 gol yang terjadi di gawangnya di ujung babak.

Hidup Itu Seperti Kiper Sepakbola, jika tim sedang bermain sangat bagus dan menang dengan skor besar seperti 5-0 atau 6-0, pasti orang-orang tidak ada yang membicarakan sang kiper tim yang menang, malah berkata dengan enteng “Wah, kipernya nggak ngapa-ngapain nih”, “kipernya magabut”, atau “ah, kipernya paling lagi twitter-an nih di gawang”. Hmmm… Familiar ?

Jika, hal ini gw paparkan ke teman gw itu tadi, pasti… pasti… dia nggak bakal perduli dan dengerin juga sih. hehe.

Tapi setidak-perdulinya dia dengan apa yang gw bicarakan, atau setidak-perdulinya gw dengan apa yang teman gw itu bicarakan, gw tidak mungkin meninggalkan dia saat makan siang sendirian atau sebaliknya, karena kalau tak ada dia, hari ini gw makan siang sendirian dengan sangat bosan.

Hei…

HEI!!!

Hidup Itu Seperti Kiper Sepakbola, Karena Jika Tidak Ada Kiper di Lapangan, Pertandingan Sebesar Apapun Itu, Tidak Akan Bisa Dijalankan.

———————————————————————————————————————————————————-

Hidup Kita Itu Seperti Kiper Sepakbola, terkadang dipuji, terkadang dianggap pahlawan, terkadang dihina, terkadang dilupakan, bahkan terkadang seolah tidak dianggap, tapi yang harus selalu kita ingat adalah kita itu penting seperti Kiper Sepakbola, kita dibutuhkan dan kalau tidak ada kita, ada banyak hal yang tidak akan berjalan dengan baik dan semestinya.

Support Machine :)

Ditulis dalam Merenung, Modified by a true Dialog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tanggalan
Juni 2014
S S R K J S M
« Apr   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: