Jumat Malam di Mal

Kejadian ini terjadi jumat kemarin di sebuah mal di Jakarta, disana gw melihat seorang ibu muda (bisa dibilang masih muda), ia di mal itu membawa kedua anaknya, yang satu mungkin sekitar SD kelas 1 dan yang satu lagi masih bayi. Selain itu ia juga bersama seorang baby sitter yang membawa tas besar sambil mendorong kereta bayi.

Pada saat gw melihat mereka, si ibu sedang duduk di sebuah kursi yang ada di mal itu, lalu dia menggendong bayinya yang sedari tadi ada di kereta dorong, setelah itu ia menyerahkan handphone (HP) nya kepada anaknya yang masih SD dan menyuruhnya untuk memotretnya saat menggendong dan mencium si bayi. Saat itu si ibu sibuk memberi intruksi ke anaknya yang masih SD agar memotret dengan benar, hingga akhirnya proses motret-motret itu berulang sekitar 4-5 kali, baik karena si ibu belum menemukan foto pose bersama bayi se-menggemaskan dan memperlihatkan hubungan ibu-anak paling manis yang pernah ada dengan level seperti yang ada di cover majalah Ayahbunda atau teknis foto yang kurang oke, si anak pun bahkan sempat mendapat omelan kecil karena foto yang diambil tidak sesuai instruksi. Yah maklum lah bu, ini kan anak elo, masih SD pula dan bukan kang poto keliling.

Proses pemotretan pun usai, si baby sudah kembali ke kereta dorong, HP sudah kembali ke tangan si ibu, dan si ibu pun sepertinya sudah menemukan foto yang paling bagus, menurut dia. Lalu si ibu berkata “Sebentar, mama mau masukin fotonya dulu ke Path”. Gw yang duduk tak jauh dari situ, sungguh melihat raut wajah yang berbeda pada ibu ini saat dia sedang posting fotonya di Path, wajahnya terlihat berbinar penuh semangat, seolah-olah berdasar raut wajahnya dia sedang berkata “Wah, foto ini pasti bakal di-love-in sama 200 temen Path gw nih!”.

Setelah selesai mem-post foto di Path, si ibu memberi komando untuk melanjutkan perjalanan, si ibu pun langsung berdiri dari kursi dan melenggang jalan sendirian sambil melihat kanan-kiri ke toko-toko di mal tersebut, di belakangnya ada si babysitter yang mendorong kereta bayi yang tentunya ada si baby didalamnya. Anaknya yang SD ? Dia tertinggal cukup jauh di belakang, karena berjalan sambil bermain game di handphone nya.

Gw berpikir aja, kalau si anak yang tertinggal jauh di belakang tanpa disadari si ibu tiba-tiba diculik penjahat, jangan-jangan si ibu happy-happy aja kali ya, karena yang penting kan hari itu postingan Path nya baru di-love-in 200 orang.🙂


Entahlah dengan orang lain, namun ini bukan kali pertama gw melihat hal semacam ini, baik dari keluarga muda yang gw kenal ataupun yang tidak gw kenal. Yang ingin gw katakan disini adalah ada satu hal yang membuat gw terganggu dengan social media, yaitu ada kecenderungan orang-orang menjadikan social media sebagai sebuah tujuan, tujuan dalam hal ini adalah banyak yang menjadikan apapun yang ada di social media sebagai hal yang paling utama yang akan membuat hidup mereka bermakna, bahagia dan sangat-sangat penting untuk diperlihatkan ke orang lain. Sampai-sampai berbagai pencapaian tak penting seperti banyaknya orang yang love-in, banyaknya yang retweet dll dianggap sebagai sebuah prestasi besar yang layak digembar-gemborkan. Dan sehubungan dengan cerita ini, sering terjadi pada keluarga muda masa kini (atau to be fair, juga orang yang sudah membina keluarga bertahun-tahun sih).

Gw tidak mau terlihat menggurui, apalagi ini ada hubungannya dengan soal kehidupan berkeluarga dan gw belum berkeluarga, namun mungkin yang dapat gw sampaikan adalah supaya para keluarga (terutama keluarga muda) ini jangan sampai hanya mementingkan bagaimana keluarga mereka terlihat super perfect di social media atau di mata orang lain, mengurusi hal remeh seperti foto-foto lucu apa yang mau di-share di social media dan bagaimana foto itu mendapat pujian atau emoticon love yang banyak dari orang namun ternyata abai dengan keadaan NYATA, REAL yang terjadi di keluarga mereka, apapun itu. Karena itu sungguhlah jauh lebih penting.

Support Machine :)

Ditulis dalam Merenung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tanggalan
April 2015
S S R K J S M
« Feb   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: